Minggu, 24 Juni 2012


http://radarlampung.co.id/

Sembilan Imigran Kabur dari Penampungan

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
KABUR LAGI: Para imigran gelap asal Afghanistan berhasil memperdayai petugas yang menjaga rumah penampungan imigrasi Bandarlampung kemarin. Sebelumnya, para imigran gelap juga berhasil kabur dari tempat penampungan imigran Kanim Bengkulu. FOTO WAHYU SAIFULLAH
BANDARLAMPUNG – Sembilan imigran gelap asal Afghanistan yang ditangkap polisi pada Senin (18/6) memang licin. Buktinya, sembilan imigran gelap itu berhasil kabur dari tempat penampungan mereka di Jl. Dr. Warsito, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung.  Diperkirakan para imigran gelap itu kabur dari penampungan sekitar pukul 04.00 WIB kemarin.
Hebatnya, pelarian ini merupakan pelarian kali kedua. Sebelum ditangkap petugas Polsek Natar, Lampung Selatan, para imigran gelap itu terlebih dahulu sukses memperdayai petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Provinsi Bengkulu. Mereka kabur dari Kanim Bengkulu setelah memecahkan kaca ventilasi. Selanjutnya, mereka turun dengan cara menyambung baju dan dijadikan tali untuk menuruni bangunan Kanim setinggi 13 meter itu.
Kesembilan warga negara asing (WNA) yang kabur dari tempat penampungan adalah Amzad Ali (25), Malik (43), Basharat (42), Sajjad Ali (16), Sajjid Husen (17), Maqbul Husain (17), Hamida (23), Ramsyan (40), dan Yakub (33).
Danial, salah satu penjaga asrama penampungan para imigran gelap itu, menduga, mereka kabur dengan cara meloncati tembok belakang asrama. Penjaga asrama sendiri baru mengetahui aksi pelarian itu sekitar pukul 05.00 WIB. ’’Kami tahunya sekitar pukul 05.00 WIB. Waktu kami bangun tidur, nampaknya, mereka kabur dengan cara melompat dari tembok belakang asrama setelah sempat merusak kunci pintu kamar asrama. Makanya, pintu kamar itu rusak,” ujarnya saat ditemui di asrama kemarin.
Terpisah, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigran Kanim Kelas I Bandarlampung Syahferi membenarkan peristiwa itu. Secara tersirat, Syahferi mengakui para imigran memanfaatkan kelengahan penjagaan oleh petugas. Namun, Syahferi juga menengarai ada campur tangan para penyelundup imigran yang sebelumnya sudah mengantarkan mereka keluar dari Provinsi Bengkulu.
Dia menerangkan, pihak Imigrasi Lampung akan berkoordinasi dengan pihak Polda Lampung untuk melakukan pengejaran. ’’Tempat penampungan di sini (Imigrasi, Red) sudah banyak, makanya meminta aparat kepolisian dapat mengungkap sindikat para smuggler yang membawa pelarian para imigran gelap supaya dapat menekan tingkat penyelundupan orang yang semakin hari semakin banyak. Kondisi ini membuat kami kewalahan menangani para imigran gelap di Kanim,” ungkapnya. (yud/c2/wdi)

Senin, 18 Juni 2012

Avsec Lampung Berhasil Menangkap Imigran Gelap 
pada hari senin tanggal 18 Juni 2012 Pukul 16.45 wib di Bandara Radin Inten II Lampung. Kami Avsec telah berhasil menangkap 9 orang imigran gelap dari afganistan yang akan terbang menuju jakarta dengan menggunakan pesawat sriwijaya dan lion air. Imigran gelap tersebut terdiri dari 8 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. ketika akan melakukan cek-in mereka tidak dapat menunjukan identitas apapun baik berupa pasport dan visa, dengan keadaan tersebut petugas avsec segera mengamankan mereka di ruang posko avsec Bandara Radin Inten II.


Untuk selanjutnya petugas berkoordinasi dengan pihak POLRI PAM OBVIT dan POLSEK NATAR dimana sebelumnya kejadian ini telah dilaporkan kepada KABANDARA RADIN INTEN II untuk mengambil tindakan selanjutnya. atas arahan beliau agar diserahkan kepada pihak yang berwajib.


Setelah dilakukan proses pemeriksaan terhadap 9 orang imigran gelap tersebut selesai maka kami menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk dilanjutkan proses sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sabtu, 26 Mei 2012


RADIN INTEN - II AIRPORT SECURITY


Tugas Pokok & Fungsi Pengamanan Bandara

Aviation Security (AVSEC) : Pengamanan di wilayah Restricted Public Area (RPA) dan Non Public Area (NPA) dan Sisi Udara (airside)

Apakah aviation security sama dengan security pada umumnya ?

Jelas berbeda, kalau security biasa itu hanya mendapatkan pendidikan dari segi aspek keamanan fisik dari kepolisian. Sedangkan kalau aviation security tidak hanya mendapatkan pendidikan ala kepolisian tetapi juga mendapat pendidikan mengenai kebandarudaraan. Aturan yang berlaku juga adalah aturan internasional. Seorang aviation security harus punya sertifikat terlebih dahulu karena masalah yang dihadapi bukan hanya bersifat teknikal tapi juga masalah-masalah tentang pelayanan yang baik bagi pengguna jasa, maka dari itu petugas avsec dibekali juga pendidikan yang bersifat melayani dengan baik. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut perlu mengikuti diklat khusus mengenai kebandarudaraan agar dapat ditugasi di area khusus.
Diklat khusus tersebut mempelajari tentang X-ray, explosive detector, dangerous goods, negotiation dll. Aviation security mendapatkan pendidikan tentang negosiasi dimaksudkan agar jika terjadi suatu masalah seperti delay pesawat yang mengakibatkan penumpang menjadi ribut dan marah avsec harus menghadapinya dan berusaha menenangkan para penumpang yang marah akibat keterlambatan pesawat tersebut dan juga harus sabar menerima caci maki dari pengguna jasa tersebut, dihadapi dengan kepala dingin.

Ternyata tugas security dibandara tidaklah sesimple seperti yang kita bayangkan. Banyak aspek yang harus diperhatikan terlebih lagi aviation security terikat oleh regulasi internasional yang ketat. Selain itu avsec juga harus memahami berbagai macam karakter dan sifat para pengguna jasa bandara dan harus dapat menyelesaikan konflik para pengguna jasa bandara yang tidak menaati peraturan dengan sebaik-baiknya. Belum lagi jika ada barang-barang bawaan penumpang yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan avsec juga harus siap sedia untuk mengatasinya. Resiko nya juga besar seperti dimaki-maki , dipukul bahkan dilaporkan oleh pengguna jasa bandara itu sendiri.

Seperti contoh kasus di medan seorang penumpang terdeteksi membawa pisau dalam tasnya tapi sang penumpang malah memfitnah avsec dia melaporkan kepada polisi bahwa telah dipukul oleh avsec tersebut padahal yang terjadi sebaliknya si penumpang yang memukul kepala petugas avsec itu.

Tugas utama seorang avsec itu sangat berat yaitu menjamin keselamatan setiap penumpang baik di udara maupun di darat, kegiatan yang dilakukan juga telah sesuai dengan undang-undang tapi masih banyak pengguna jasa yang belum memahaminya sehingga pemukulan dan penghinaan masih sering didapatkan oleh seorang petugas aviation security.profilteguh.blogspot.com