Minggu, 27 April 2014

Pray For MH370




Kronologi lengkap 18 hari musibah Malaysia Airlines MH370

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/03/12/n2axll-ssttt-apa-yang-kita-tidak-ketahui-tentang-malaysia-airlines-mh370-1 

Merdeka.com - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan penerbangan Malaysia Airlines berakhir di Samudera Hindia, Senin (24/3). Pengumuman Najib berdasarkan analisa terbaru dari posisi terakhir pesawat dari satelit Inggris. Sebanyak 227 penumpang dan 12 kru pesawat tidak ada yang selamat dalam kejadian itu.

Pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014 lalu saat melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Untuk mendukung pencarian, China telah menerjunkan enam kapal perang untuk menyisir Laut China Selatan.

Berikut kronologi lengkap hilangnya pesawat MH370
 
Sabtu (8/3)
00.41: Lepas landas dari KLIA dengan 239 penumpang termasuk dua bayi dan 12 awak kabin.
01.40: Sinyal MH370 dilaporkan hilang dari radar menara pemandu lalu lintas udara (ATC) Subang, Malaysia.
06.40: Jadwal tiba di Beijing.
10.15: Muncul rumor pesawat mendarat di Nanning, China. Rumor dibantah
11.55: Muncul kabar otoritas Vietnam menangkap sinyal pesawat.
12.00: Dalam jumpa pers di KLIA, CEO MAS Ahmad Jauhari Yahya menjelaskan ada warga negara dari 14 negara dalam pesawat. Disebutkan WNI berjumlah 12 orang.
12.30: MAS menyatakan, kontak terakhir dengan MH370 posisinya 120 mil laut dari Kota Bharu.
13.00: China mengirim dua kapal laut untuk membantu pencarian di Laut China Selatan
14.22: Kemlu Indonesia lewat juru bicara Michael Tene menyebut hanya ada tujuh orang penumpang berkewarganegaraan Indonesia dalam Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang.
15.00: Angkatan Laut Malaysia bersama dengan Vietnam berusaha mencari pesawat yang hilang di perairan Laut China Selatan.
15.30: MAS meminta kepada keluarga penumpang untuk berada di KLIA pada pukul 18.00 waktu setempat.
16.20: Pemerintah Vietnam memastikan bahwa MH 370 hilang di wilayah udara Vietnam.
18.00: Keluarga korban berkumpul di KLIA menanti kabar pencarian pesawat MH370.
18.00: Vietnam, Singapura, Filipina dan Amerika Serikat bergabung dalam operasi pencarian.
19.00: PM Malaysia Najib Tun Rasak menegaskan, wilayah operasi pencarian diperluas.
21.00: Vietnam melaporkan menemukan dua genangan minyak di wilayah Selatan perairan mereka, diduga dari pesawat yang jatuh ke air.
23.00: Dua orang yang namanya muncul dalam daftar manifest penumpang pesawat Malaysia Airline MH370 ternyata tidak di pesawat. Namun keduanya mengaku telah melaporkan paspor mereka dicuri. Dua nama penumpang itu adalah Luigi Maraldi (37), warga Italia dan seorang warga negara Austria Christian Kozel.

Minggu (9/3)

01.40: 24 jam setelah sinyal hilang pesawat belum juga ditemukan.
05.00: Muncul pernyataan dari AS tentang dugaan teror berkait dengan paspor palsu yang digunakan penumpang.
07.00: The Star memberitakan, pemegang paspor palsu membeli tiket dari China Southern Airlines.
08.40: Perusahaan AS menyatakan ada 20 karyawannya ikut dalam penerbangan MH370.
10.39: Departemen Penerbangan Sipil Malaysia menegaskan, pihaknya melakukan investigasi terhadap penumpang MH370 yang menggunakan paspor palsu.
11.30: Singapura mengirim dua kapal perang dan helikopter serta kapal selam untuk membantu mencari keberadaan MH370. Total ada enam negara membantu pencarian pesawat yang hilang.
14.29: Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) mengaku menemukan tumpahan minyak sekitar 20 mil laut selatan koordinat terakhir kontak MH370 dengan radar.
16.34: BBC melaporkan dua orang yang menggunakan paspor curian dilaporkan membeli tiket bersamaan. Tiket itu dibeli dari China Southern Airlines dengan mata uang bath di sebuah agen di Pattaya, Thailand.
17.15: Kepolisian Malaysia mengancam siapapun agar tidak menyebarkan kabar hoax berkaitan hilangnya pesawat Malaysia Airlines.
18.07: Data pemantauan awal yang diperiksa oleh Pentagon menyebutkan tidak ada ledakan di Laut China Selatan berkaitan dengan hilangnya Malaysia Airlines.
20.32: Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil (DCA) Malaysia Azharuddin Abdul Rahman menegaskan belum ada kabar baru tentang keberadaan MH370.
20.37: Laporan radar militer Malaysia (Tentara Udara Diraja Malaysia) ada dugaan pesawat berputar balik. Pencarian pun dikembangkan di kawasan Selat Malaka, selain di laut China Selatan.

Senin (10/3)
08.00: Keluarga penumpang pesawat MH370 dari China tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dari Beijing. Tidak diketahui mereka akan dibawa ke mana. Terdapat sekitar 152 penumpang warga China dalam pesawat MH370 yang hilang.
11.16: Otoritas Malaysia mengumumkan tidak ada pertanda baru mengenai kehilangan pesawat MH370. Menurut Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil (DCA) Azharuddin Abdul Rahman upaya pencarian di Laut China Selatan dan Selat Malaka gagal menemukan serpihan pesawat.
11.56: Kapal perang China tiba di lokasi pesawat dipercayai hilang.
12.00: Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan dua penumpang berpaspor palsu di Malaysia Airlines yang kini hilang memiliki wajah Asia."Saya masih bingung bagaimana bisa petugas imigrasi tidak bisa membedakan wajah Italia atau Austria, dengan wajah Asia," kata dia seperti dikutip kantor berita Bernama.
16.45: Pasukan mencari dan penyelamat dikerahkan ke satu kawasan perairan sekitar Pulau Tho Chu, Vietnam setelah menerima laporan penemuan objek mirip sebuah pelampung.
18.11: Objek kuning terapung di perairan Vietnam yang dikatakan pelampung dari pesawat Malaysia Airlines MH370 adalah bekas pembalut kabel yang telah berlumut.
18.21: Genangan minyak yang ditemukan oleh Badan Penegakan Maritim Malaysia kira-kira 20 mil nautika dari lokasi pesawat MH370 dilaporkan hilang bukan berasal dari pesawat.
20.56: Usaha mencari pesawat MH370 diperluas 50 mil nautika hingga 100 mil nautika dari Igari.
20.49: MAS menambah pesawat untuk membawa keluarga penumpang dari Beijing.

Selasa (11/3)

Lokasi pencarian MH370 makin luas meliputi Semenanjung Malaysia, Laut China Selatan hingga wilayah di sekitar Selat Malaka. Pencarian juga mulai memasuki wilayah Samudera Hindia. Pesawat tak kunjung ditemukan.

Rabu (12/3)

-Malaysia memperluas wilayah pencarian hingga ke Laut Andaman.
-Angkatan udara Malaysua menemukan objek yang terdeteksi radar militer di utara Selat Malaka. Namun, belum ada kejelasan tentang objek itu dan masih diselidiki.

Kamis (13/3)

-Satelit China menemukan objek di Laut China Selatan diduga puing pesawat. Ternyata temuan itu bukan berasal dari MH370.

Jumat (14/3)

-Pencarian meluas hingga ke Samudera Hindia. Ada informasi dari Amerika Serikat bahwa pesawat terbang menuju wilayah Samudera Hindia.

Sabtu (15/3)

-PM Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa pesawat masih terbang beberapa jam sejak tanda terakhir dengan menara pengawas udara. Arah terbang berubah dan sinyal dalam pesawat dimatikan.

-Data satelit menunjukkan kemungkinan pesawat terbang dalam dua koridor yang sangat luas. Koridor utara hingga Asia Tengah dan koridor Selatan di Samudera Hindia. Pencarian di Laut China Selatan dihentikan.

Minggu (16/3)

-Jumlah negara yang ikut mencari pesawat mencapai 26. Penyelidik mendatangi rumah pilot untuk mengungkap soal simulator di rumah pilot Zaharie Ahmad Shah.

Senin (17/3)

-Penyelidik menemukan bahwa pernyataan terakhir dar kokpit. "All right, good night," disampaikan dua menit sebelum sinyal pesawat dimatikan.

-Pihak Malaysia Airlines menyatakan suara itu diyakini dari co-pilot Fariq Abdul Hamid. Polisi menyelidi kemungkinan motif politik dari Zaharie, diketahui pendukung tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim.

Selasa (18/3)

-Australia dan AS bekerja sama mencari pesawat di wilayah seluas 600.000 kilometer persegi di Samudera Hindia.
-Keluarga korban mengancam mogok makan.

Rabu (19/3)

-Malaysia menegaskan bahwa penyelidikan latar belakang semua penumpang dan kru pesawat tidak memberikan informasi signifikan.
-Keluarga korban dari China marah saat jumpa pers di Malaysia.
-Radar militer Thailand menangkap pesawat yang diyakini MH370 beberapa menit setelah berubah arah.

Kamis (20/3)

-Australia menyatakan satelit menangkap dua objek salah satunya sepanjang 24 meter diyakini sebagai MH370.
-Sebanyak empat pesawat diterjunkan ke lokasi sekitar 2.500 km dari Perth.

Jumat (21/3)

-Pencarian terhadap objek diyakini puing MH370 di selatan Samudera Hindia tidak membuahkan hasil.
-Malaysia meminta tolong Amerika Serikat teknologi pencarian bawah air.

Sabtu (22/3)

-China merilis foto satelit objek yang mengambang sekitar 120 KM dari foto objek yang disampaikan Australia.

Minggu (23/3)

-Satelit Prancis juga menemukan objek diduga dari MH370. Temuan tiga satelit itu menebalkan bukti bahwa ada puing di Samudera Hindia.

Senin (24/3)

-China dan Australia mengumumkan objek berbeda di wilayah perairan yang sama. Ini makin menguatkan dugaan MH370 jatuh di wilayah tersebut.
-Angkatan Laut Amerika Serikat mengirimkan alat khusus pencari kotak hitam di wilayah tersebut.
-Malaysia mengumumkan bahwa MH370 berakhir di Samudera Hindia dengan dasar analisis satelit Inggris. Pesawat diasumsikan hilang di laut.

Selasa (25/3)

-Dalam jumpa pers digelar di Kuala Lumpur, Direktur Eksekutif Malaysia Airlines Ahmad Jauhari Yahya mengatakan pihaknya akan memberikan santunan awal sebesar Rp 56 juta (USD 5.000) kepada keluarga tiap penumpang pesawat MH370.
[tts]

Kasus MH370 Dibahas dalam Pertemuan Menhan se-ASEAN

Menhan AS menolak untuk menyalahkan Malaysia dalam kasus hilangnya MH370.

Suara.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel berharap pertemuan Menteri Pertahanan se-Asia Tenggara di Hawaii akan membahas pelajaran yang bisa diambil dari kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Namun, Hagel menolak untuk menyalahkan Malaysia dalam kasus itu.

“Selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Kita semua akan kembali, Malaysia juga dan semua negara ASEAN akan kembali dan melewati masalah ini,” ujar Hagel.
Belum bisa dipastikan apakah kasus hilangnya MH370 akan dibahas dalam pertemuan formal atau informal. Pertemuan yang digelar 1-3 April itu juga menghadirkan sesi tentang bencana alam dan bantuan kemanusiaan. Kata Hagel, sangat penting untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah hilangnya MH370.
Pencarian MH370 sudah melibatkan dunia internasional. Amerika Serikat sudah mengirimkan pesawat pengintai untuk membantu pencarian MH370. Pemerintah Malaysia dihujani kritik dalam menangani kasus ini, terutama dari keluarga penumpang MH370 dari Cina. Pemerintah Malaysia dituding menutup-nutupi informasi. Sebagian besar penumpang MH370 adalah warga negara Cina.
Salah satu pejabat militer Amerika Serikat yang ikut mendampingi Hagel mengatakan,”Pencarian MH370 telah memperlihatkan negara-negara bisa saling bekerja sama dan mengenyampingkan rivalitas dan perbedaan. Di sisi lain, perjalanan untuk menemukan MH370 masih panjang.” (AFP)

 

Kamis, 27 Desember 2012

PENYELUNDUPAN SENJATA APIMELALUI 
PENGIRIMAN KARGO BERHASIL DIGAGALKAN 
AVSEC BANDARA RADIN INTEN II LAMPUNG


gambar 1. via Kargo Garuda tgl 10-10-2012
Demi menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan yang merupakan aplikasi dari penerapan Undang-Undang No. 1  Tahun 2009 Tentang Penerbangan. Lagi-lagi Avsec Bandara Radin Inten II berhasil menggalkan penyelundupan senjata jenis Airsoftgun yang akan dikirim melalui kargo garuda (gambar 1). 

Keberhasilan ini tidak lepas dari kesigapan dan ketelitian para petugas Avsec dalam melaksanakan tugas pokoknya sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.


gambar 2. via Kargo Garuda 10/10/2012
Sejak dioperasikannya Gedung Kargo Bandara Radin Inten II, sudah barang-barang berbahaya dan tidak sesuai dengan Dokumen digagalkan untuk diterbangkan melalui pesawat udara. Kejadian penyelundupan senajata jenis airsoftgun ini terjadi pada tgl 10-10-2012 dimana barang tersebut melalui jasa pengiriman Pos Indonesia akan dikirim melalui Kargo Garuda.  Sesuai prosedur bahwa setiap barang kargo dan pos yang akan diangkut melalui pesawat udara harus dilakukan pemeriksaan oleh personil keamanan  bandar udara.
gambar 3. Via Kargo Garuda 10/10/2012

Dari hasil pemindaian menggunakan x-ray petugas mencurigai isi barang tersebut sebagai barang berbahaya yakni senjata. kemudian petugas avsec langsung mengamankan barang tersebut dan dilanjutkan memeriksa kecocokan antar PTI (Pemberitahuan Tentang Isi), SMU ( Surat Muatan Udara) dengan bukti fisik yang ada.  

Setelah dilakukan pemeriksaan antara dokumen dan fisik barang ternyata terdapat perbedaan. Dari perbedaan ketidakcocokan antara isi barang dengan fisik menjadi dasar barang tersebut ditolak. 
Gambar 1. x-ray-Via Kargo Sriwijaya 31/01/2012

Upaya penyelundupan senjata melalui kargo pesawat udara bukan baru sekali terjadi, tetapi sudah cukup sering terjadi. Seperti pada tanggal 31-01-2012 di Kargo Bandara Radin Inten II. kembali aksi penyelundupan senjata jenis airsoftgun dilakukan dengan mengirim barang melalui jasa pengiriman TIKI JNE melalui Kargo Sriwijaya. Sesuai Prosedur barang harus diperiksa, atas ketelitian dan kecermatan petugas Avsec Bandara Radin Inten II dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya maka berhasil dianalisa ada barang berbahaya (DG:Dangerous Goods) yakni senjata.

Setelah dicocokan antara dokumen dan fisik maka terdapat ketidakcocokan dimana dituliskan isinya ada makanan. Ketika barang tersebut dibuka makan diantara makan tersebut terdapat senjata jenis Airsoftgun.  Atas kejadian ini petugas Avsec melapor kepala Komandan Avsec untuk diproses lebih lanjut. Semua kejadian penyelundupan senjata yang terjadi Avsec Bandara Radin Inten II bekerjasama dengan menyerahkan Barang Bukti kepada Pihak Kepolisian Polsek Natar untuk diproses sesuai Hukum yang berlaku 









KEBAKARAN  LAHAN  DI  AREA  SEKITAR
 BANDAR UDARA  RADIN  INTEN  II

Musim Kemarau Tahun ini dirasakan cukup lama, yang berdampak pada keringnya tanah, kebun dan sawah. Kekeringan ini juga dapat dilihat diarea Bandara Radin Inten II ditandai dengan menguningnya daun-daun pohon tanaman disekitar Bandara dan rumput-rumput yang menjadi coklat tanda kering.Keadaan seperti ini wajiblah menjadi perhatian kita karena bahaya kebakaran setiap saat dapat saja terjadi, bisa saja disebabkan oleh pembakaran secara sengaja untuk membuka lahan kebun, 
membakar sampah, membuang puntung rokok sembarang dll potensi yang dapat menyebabkan timbulnya api. Kebakaran lahan ini akhirnya terjadi di area sekitar Bandara tepatnya pada tgl 12 September 2011 yang lalu. Hal ini disebabkan oleh perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab membuka lahan dengan cara membakar lahan semak dan belukar, dan diperparah dengan kencangnya angin yang berhembus disekitar yang menyebabkan api menjalar yang awalnya dari luar pagar Bandara merembet kearah Shoulder yang mana rumputnya jugasudah mengering sehingga menyebabkan api membesar. 


Atas kejadian ini, kegiatan penerbangan di Bandara Radin Inten II sempat terganggu akibat besarnya api dan asap yang ditimbulkan. ATC kemudian membunyikan alarm siaga dan memberikan informasi kepada PKP-PK yang langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan armada mobil Pemadam Kebakarannya menuju lokasi ke arah RWY 14. Di Pimpin oleh Kepala Bandar Udara Radin Inten II Bapak Djoko Priambodo, Pemadaman Kebarakan Lahan dilakukan bersama para pegawai Bandara Avsec, Bangland, Hyegien, AAB, Staff Kantor, AURI, Polsek Natar. Semua bahu membahu memadamkan api. Setelah berjibaku dengan api selama kurang lebih 3 jam, akhirnya api dapat dipadamkan dan penerbangan untuk kegiatan pendaratan dan lepas landas kembali normal dan berjalan lancar.(TR)








Sabtu, 20 Oktober 2012


TERKAIT KESALAHAN PENDARATAN SRIWIJAYA AIR DI PADANG, SEMUA PIHAK DIMINTA TUNGGU HASIL INVESTIGASI


Terkait dengan peristiwa Pesawat Sriwijaya Air yang salah mendarat di Landasan Tabing, Padang, Kemenhub meminta semua pihak tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian tersebut dan menunggu hasil investigasi KNKT. “Saat ini sedang diinvestigasi oleh KNKT. Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder sudah dipegang KNKT," ujar Kepala Puskom Publik Kemenhub, Bambang S. Ervan di Jakarta, Minggu (14/10/2012).

Pesawat yang dipiloti oleh warga negara asing bernama Capt. J. Gudonis tersebut seharusnya mendarat di Bandara International Minangkabau (BIM), namun terjadi kesalahan yang akhirnya mendarat di Bandara Tabing Padang, Sumatera Barat (Sumbar), sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi Bandara Minangkabau dengan Padang diperkirakan berjarak sekitar 14 KM.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan,  Bandara Tabing sudah sejak lama ditutup untuk penerbangan komersil dan hanya dikhususkan untuk militer. Akibat kejadian ini, lanjut Bambang, Kemenhub akan mengrounded pilot dan co pilot pesawat Sriwijaya Air tersebut sampai penyelidikan lebih lanjut.

Seperti dilaporkan pihak angkasa Pura II, semua penumpang pesawat yang berjumlah kurang lebih 96 orang selamat, tidak ada korban dalam kejadian ini. (RDH)

PERUM NAVIGASI PENERBANGAN BEROPERASI 2013
(Jakarta, 18/10/2012) Setelah melalui proses dan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 77/2012, 13 September 2012 tentang Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), Januari 2013 mendatang diagendakan Perum Navigasi resmi beroperasi dan menjadi provider tunggal dalam melayani navigasi penerbangan.

Saat ini untuk Air Traffic Controller (ATC) atau navigasi udara dikelola oleh beberapa penyelenggara diantaranya Unit Pelayanan Tugas Ditjen Perhubungan Udara, PT. Angkasa Pura I, PT. Angkasa Pura 2, dan Bandar Udara Khusus, namun sesuai dengan amanah UU Penerbangan No 1/2009 pasal 271 yang menyatakan bahwa menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan, pemerintah membentuk suatu lembaga penyelenggara naviagi penerbangan.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengemukakan, dalam pembentukan Perum Navigasi tidak serta merta semuanya berubah namun ada masa-masa pengalihan tugas yang diatur dalam PP, diantaranya pengalihan pusat pelayanan navigasi penerbangan wilayah Barat dan Timur, pengalihan unit penyelenggara yang dikelola AP1 dan AP2, serta UPT Ditjen Hubud.
"Nantinya pusat pelayanan navigasi penerbangan wilayah Barat di Jakarta dan untuk wilayah Timur di Makasar," ujar Herry Bakti di Jakarta, Rabu (17/10).

Perum Navigasi Penerbangan itu menurut Herry juga tidak secara langsung  dapat mengambil alih pengelolaan navigasi udara di wilayah Flight Information Region (FIR) Batam dari yang sampai saat ini masih dikelola pemerintah Singapura.

Saat ini menurut Herry yang tengah dilakukan adalah pembentukan tim pengalihan penyelenggara navigasi penerbangan, mempersiapkan teknik operasional, pengalihan aset, penyusunan peraturan tentang fit and proper test, persiapan pengalihan aset, menyusun konsep struktur organisasi, persiapan pengalihan SDM.

Sementara, Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Inchwanul Idrus mengatakan pendirian Perum PPNPI ini membutuhkan modal Rp97,95 miliar dari kekayaan negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham.

"Dana tersebut  berasal dari pengalihan barang milik negara pada Kemenhub yang pengadaannya bersumber dari dana APBN 2010 dan 2011," ungkap Ichwanul.

Pendanaan yang ada, meliputi peralatan navigasi yang berada di Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah senilai Rp22,44 miliar, Bandara Juwata di Tarakan, Kalimantan Timur Rp22,45 miliar, Bandara Sentani di Jayapura Rp48,65 miliar, serta di Bandara Dewandaru di Karimun Jawa, Jawa Tengah Rp4,39 miliar. (CHAN)
Berita Terkait

Jumat, 19 Oktober 2012

Pelaku Teror Bom Pesawat Lion di Tangkap


Pelaku Teror Pesawat Lion Air Warga Italia

KOMPAS.com/ WIJAYA KUSUMA
AG tersangka peneror bom Lion di Yogyakarta saat dibawa ke kantor Polda DIY.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Berdasarkan penyelidikan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) terkait kasus teror bom pesawat Lion Air di Yogyakarta, Tim Jatanras Polda DIY berhasil mengamankan warga negara Italia berinisial AG sebagai terduga peneror pesawat Lion, Kamis (18/10/2012).
"Kami melakukan penangkapan pukul 23.00 di Denpasar, Bali. Penangkapan ini dilakukan berdasarkan hasil pengembangan dari penyelidikan," ungkap Djuhandani Rahardjo Puro, Kasubit 1 Kamneg Polda DIY.
Tersangka AG selanjutnya dibawa ke Polda DIY dari Denpasar, Bali, menggunakan Lion JT 569, dan tiba di Markas Polda DIY pukul 11.45 WIB.
Sampai berita ini diturunkan, AG beserta UM masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh tim Jatanras Polda DIY. "Tim masih menyelidiki motif tersangka dalam melakukan teror bom. Kami masih ada waktu 7 hari untuk menyelidiki kasus ini," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air Boeing 737 dengan nomor penerbangan JT 568 tujuan Yogyakarta-Denpasar di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, mendapat ancaman teror bom. Namun, ancaman itu tidak terbukti.
"Kami telah melakukan pengecekan ulang barang-barang penumpang, baik yang ada di bagasi pesawat maupun penumpang dari Yogyakarta. Tidak ditemukan bahan peledak. Ini hanya ancaman 'gombal' untuk mencari sensasi," kata Izuddin, Airport Duty Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, di Yogyakarta, Minggu (14/10/2012) malam.
Izuddin mengatakan, ancaman bom berasal dari penelepon gelap dengan nomor telepon 0818349696. Penelepon gelap menghubungi operator Lion Air di Yogyakarta sebanyak dua kali pada pukul 17.20 WIB dan 17.31 WIB. Dalam percakapan tersebut, penelepon gelap mengatakan bahwa ada bahan peledak dalam tas yang ada di pesawat Lion Air.
"Pada awalnya, kami sudah yakin bahwa tidak ada bahan peledak dalam pesawat. Untuk lebih meyakinkan lagi, kami melakukan pengecekan ulang dengan sinar-X. Pesawat Lion Air ini terbang dari Jakarta-Yogyakarta-Denpasar," kata Izuddin.

 TERKAIT:
Editor :
Farid Assifa